Mobil Listrik Bisa Di-charge Pakai Energi Matahari? Bisa, dan Ini Caranya

Mobil listrik makin populer, tapi kalau charge-nya tetap dari listrik PLN, tagihan naik dan sumbernya masih fosil. Solusinya: PLTS yang terintegrasi dengan EV charger.

Tim Watara Solar··2 menit baca
Bagikan
Sistem baterai SigenStor untuk PLTS rumah
Sistem baterai SigenStor untuk PLTS rumah

Mobil listrik sedang naik daun

Jalanan Indonesia makin sering diisi mobil listrik. Data Gaikindo yang dikutip Good News From Indonesia mencatat 53.650 unit kendaraan listrik terjual sepanjang Januari–Mei 2025, dan lebih dari 30 ribu di antaranya adalah mobil listrik murni (BEV).

Tapi ada pertanyaan yang sering muncul setelah membeli: kalau listrik untuk mengisi baterai mobil tetap dari PLN, bukankah tagihan rumah jadi melonjak? Dan kalau listriknya masih dari pembangkit batu bara, seberapa "hijau" sebenarnya mobil itu?

Masalah yang jarang dibicarakan

Sekitar 68% listrik Indonesia pada 2024 masih berasal dari batu bara. Artinya, mobil listrik yang diisi dari jaringan memang tidak mengeluarkan asap di jalan, tetapi sebagian emisinya berpindah ke cerobong pembangkit. Mobil listrik baru benar-benar bersih ketika sumber listriknya juga bersih.

Masa depan bukan cuma soal punya mobil listrik, tapi dari mana energi untuk menggerakkannya berasal.

Solusinya: PLTS + EV charger dalam satu ekosistem

Watara Solar bersama Sigenergy menghadirkan sistem PLTS yang terintegrasi langsung dengan EV DC Charger. Energi matahari bisa langsung dipakai untuk mengisi daya mobil listrik.

  • Charge langsung dari energi surya, terutama saat mobil diparkir di rumah atau kantor pada siang hari
  • Maksimalkan penghematan, karena energi yang dipakai mobil berasal dari atap sendiri, bukan dibeli
  • Satu ekosistem pintar: panel surya, inverter hybrid, baterai, dan EV charger saling terintegrasi dan bisa dipantau dari satu aplikasi
  • Baterai rumah sebagai penyangga, menyimpan energi siang untuk mengisi mobil di malam hari

Ilustrasi sederhana

Bayangkan mobil listrik yang menempuh sekitar 40 km per hari. Dengan konsumsi energi rata-rata mobil listrik, kebutuhannya kira-kira 6 kWh per hari. Sistem PLTS rumah berkapasitas beberapa kWp sudah bisa menghasilkan energi sebanyak itu dari matahari, sehingga perjalanan harian Anda benar-benar ditenagai sinar matahari.

Rencanakan sejak awal

Jika Anda berencana membeli mobil listrik dalam satu atau dua tahun ke depan, rancang PLTS dengan ruang untuk tumbuh. Sistem Sigenergy bisa ditambah kapasitas tanpa mengganti dari awal, seperti kisah PLTS hybrid bertumbuh di Makassar.

Ready to power your EV with the sun?

Konsultasikan kebutuhan PLTS dan EV charger Anda bersama tim Watara Solar lewat WhatsApp di 08 211 211 268.

Catatan: angka penghematan dan pengurangan emisi di artikel ini adalah estimasi sederhana untuk gambaran awal. Hasil sebenarnya bergantung pada pola pemakaian, cuaca, orientasi atap, dan tarif PLN yang berlaku.

Tonton videonya

Sumber data

Bagikan

Artikel terkait

Semua artikel
Konsultasi gratis

Siap Beralih ke Energi Surya?

Survei lokasi, desain sistem, dan penawaran sesuai kebutuhan Anda — bersama tim Watara Solar.