Mitos atau Fakta: Pasang Panel Surya Itu Mahal? Ini 5 Mitos yang Sering Bikin Ragu

Panel surya mahal, tidak jalan saat mendung, bikin atap bocor? Kami luruskan mitos-mitos yang sering membuat orang menunda beralih ke energi surya.

Tim Watara Solar··2 menit baca
Bagikan
Panel surya terpasang rapi di atap rumah Tangerang
Panel surya terpasang rapi di atap rumah Tangerang

Energi surya makin populer, tapi banyak orang masih ragu karena informasi yang setengah-setengah. Padahal, potensi surya Indonesia sangat besar, sekitar 3.300 GW, sementara PLTS atap yang terpasang baru sekitar 495 MWp per pertengahan 2025. Salah satu penyebab lambatnya adopsi adalah mitos. Mari kita luruskan satu per satu.

Mitos 1: Pasang panel surya itu mahal

Faktanya: biaya awalnya memang ada, tetapi PLTS adalah investasi yang membayar dirinya sendiri lewat penghematan tagihan setiap bulan. Dengan rumus kalkulator Watara Solar, setiap 1 kWp memberi estimasi penghematan sekitar Rp 200.000 per bulan. Dalam jangka panjang, tagihan bisa turun drastis bahkan nyaris nol untuk pola pemakaian tertentu. Yang sebenarnya mahal adalah terus membayar tagihan penuh selama puluhan tahun.

Mitos 2: Panel surya tidak bekerja saat mendung atau hujan

Faktanya: panel tetap menghasilkan listrik saat berawan, hanya jumlahnya lebih sedikit. Sistem dirancang berdasarkan rata-rata produksi tahunan, bukan satu hari cerah saja. Dengan baterai, energi berlebih di hari cerah disimpan untuk dipakai saat dibutuhkan.

Mitos 3: Pasang panel bikin atap bocor

Faktanya: kebocoran terjadi karena pemasangan yang asal-asalan. Tim Watara Solar melakukan survei atap, memakai struktur mounting yang sesuai jenis atap, dan memastikan setiap titik pemasangan rapat. Panel justru melindungi sebagian atap dari panas matahari langsung.

Mitos 4: Perawatannya ribet

Faktanya: panel surya hampir tidak punya komponen bergerak. Perawatannya cukup pembersihan berkala dari debu atau daun. Inverter dan baterai Sigenergy berstandar IP66, tahan air dan debu, dan semua kondisi sistem bisa dipantau dari aplikasi.

Mitos 5: Panel surya hanya untuk orang kaya atau rumah besar

Faktanya: kapasitas bisa disesuaikan dengan tagihan dan anggaran. Anda bisa mulai dari sistem kecil lalu menambah kapasitas nanti, seperti pelanggan kami di Makassar yang memperbesar sistemnya secara bertahap.

Fakta yang jarang dibahas: dampaknya bagi lingkungan

Sebagian besar listrik Indonesia masih berasal dari batu bara, sekitar 68% pada 2024. Setiap rumah yang beralih ke energi surya mengurangi emisi secara langsung, tanpa harus mengubah gaya hidup. AC tetap menyala, hanya sumber energinya yang lebih bersih.

Bukan soal mampu atau tidak, tapi soal kapan mulai.

Masih ada pertanyaan?

Tanyakan langsung ke tim Watara Solar lewat WhatsApp di 08 211 211 268, atau hitung sendiri estimasi penghematan Anda di Kalkulator PLTS Watara Solar.

Catatan: angka penghematan dan pengurangan emisi di artikel ini adalah estimasi sederhana untuk gambaran awal. Hasil sebenarnya bergantung pada pola pemakaian, cuaca, orientasi atap, dan tarif PLN yang berlaku.

Tonton videonya

Sumber data

Bagikan

Artikel terkait

Semua artikel
Konsultasi gratis

Siap Beralih ke Energi Surya?

Survei lokasi, desain sistem, dan penawaran sesuai kebutuhan Anda — bersama tim Watara Solar.