Makassar Kena Pemadaman Bergilir? Begini Rumah dengan PLTS + Baterai Tetap Menyala
Pemadaman bergilir kembali terasa di Makassar. Rumah dengan PLTS hybrid dan baterai tetap menyala, sekaligus mengurangi beban jaringan di jam sibuk.

Ketika listrik padam berjam-jam
Akhir Agustus 2026, warga Makassar mulai merasakannya lagi: listrik padam bergiliran. Kipas dan AC berhenti di siang yang terik, air dari pompa tidak mengalir, makanan di kulkas terancam basi, dan usaha kecil seperti laundry, warung kopi, atau percetakan terpaksa berhenti beroperasi.
Menurut penjelasan PLN yang dikutip Infobanknews pada 3 September 2026, kemampuan pasokan di sistem Sulawesi bagian selatan menurun selama pekerjaan pemeliharaan, sehingga beban diatur bergiliran. Durasinya diperkirakan sekitar 1 hingga 4 jam per sesi, tidak serentak di semua wilayah, dan lebih dari 230 teknisi dikerahkan untuk mempercepat pemeliharaan.
Akar masalahnya: sistem yang terpusat
Pemadaman bergilir mengingatkan kita bahwa listrik di rumah bergantung pada rantai panjang: pembangkit besar, jaringan transmisi, gardu, sampai ke meteran kita. Ketika salah satu mata rantai sedang dirawat atau terganggu, ribuan rumah ikut merasakan dampaknya.
Di sisi lain, sebagian besar listrik nasional masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Data Kementerian ESDM menunjukkan batu bara menyumbang sekitar 68% produksi listrik Indonesia pada 2024. Ketika permintaan terus naik, menambah pembangkit fosil berarti menambah emisi.
Setiap atap yang menghasilkan listriknya sendiri adalah satu beban yang berkurang dari jaringan.
Bagaimana PLTS hybrid + baterai membantu
Di Makassar, kami sudah memasang beberapa sistem PLTS hybrid untuk rumah, salah satunya 10 kWp dengan baterai 10 kWh. Begini cara kerjanya saat pemadaman:
- Siang hari: panel surya mengisi kebutuhan rumah sekaligus mengisi baterai, meski PLN sedang padam.
- Saat PLN padam: inverter hybrid Sigenergy berpindah ke baterai seketika, tanpa jeda yang terasa. Lampu, kulkas, internet, dan perangkat penting tetap hidup.
- Malam hari: energi yang tersimpan di baterai dipakai, sehingga rumah tidak perlu menyalakan genset.
- Semua terpantau: pemilik rumah bisa melihat status baterai dan produksi panel lewat aplikasi mySigen.
Lebih baik dari genset untuk rumah perkotaan
Selama ini banyak warga mengandalkan genset kecil saat padam. Masalahnya, genset bising, mengeluarkan asap di area permukiman yang padat, perlu stok bensin, dan butuh dinyalakan manual. Sistem PLTS dengan baterai bekerja otomatis, senyap tanpa kipas, dan tidak mengeluarkan emisi di halaman rumah Anda.
Bonus: tagihan ikut turun
Sistem yang sama tidak hanya bekerja saat padam. Setiap hari, panel surya mengurangi listrik yang dibeli dari PLN. Dengan rumus kalkulator Watara Solar, sistem 10 kWp memberi estimasi penghematan sekitar Rp 2.000.000 per bulan. Jadi, sistem cadangan ini justru membantu menghemat, bukan menambah biaya rutin seperti genset.
Berapa kapasitas yang Anda butuhkan?
Kapasitas baterai bergantung pada perangkat apa saja yang ingin tetap menyala saat padam dan berapa lama. Tim kami akan menghitungnya saat survei: mulai dari kebutuhan dasar (lampu, kulkas, internet) sampai cadangan penuh termasuk AC. Lihat juga cerita pelanggan yang memperbesar sistemnya hingga 13 kWp + baterai 20 kWh.
Konsultasi gratis lewat WhatsApp di 08 211 211 268 atau hitung estimasinya di Kalkulator PLTS Watara Solar.
Catatan: angka penghematan dan pengurangan emisi di artikel ini adalah estimasi sederhana untuk gambaran awal. Hasil sebenarnya bergantung pada pola pemakaian, cuaca, orientasi atap, dan tarif PLN yang berlaku.



